Kisah Inspiratif

Dua Tahun Setelah Operasi Pengangkatan Payudara, Angelina Jolie kembali Melakukan Operasi Pengangkatan Ovarium. Apa Penyebabnya?

Dua Tahun Setelah Operasi Pengangkatan Payudara, Angelina Jolie kembali Melakukan Operasi Pengangkatan Ovarium. Apa Penyebabnya?
angelina-jolie

“I went through what I imagine thousand of other women have felt”

“I told myself to stay calm, to be strong, and that I had no reason to think I wouldn’t live to see my children grow up and meet my grandchildren”

Perjuangan Angelina menghadapi resiko kanker payudara dan ovarium ini sangat baik untuk kita jadikan acuan untuk berani mengambil keputusan terbaik untuk kesehatan kita. Melakukan operasi pengangkatan kedua payudara disusul operasi pengangkatan ovarium dan tuba falopi dalam selang waktu 2 tahun tentu bukanlah perjalanan hidup yang mudah.

Pada bulan Mei 2013, Angelina Jolie telah mengangkat kedua payudaranya karena berdasarkan pemeriksaan, ia membawa mutasi gen yang meningkatkan resiko kanker payudara yaitu Gen BRCA1 dengan resiko kanker payudara sebesar 87% dan resiko kanker Rahim 50%. Hasil pemeriksaan darah menemukan adanya anomali potensial pada protein CA-125 yang digunakan untuk memonitor kanker Rahim. Hal ini mengharuskan Jolie untuk segera mengangkat rahimnya juga.

Riwayat Kematian akibat Kanker dalam Keluarga Angelina Jolie Membuatnya Sangat Berhati - hati

Ibu Angelina Jolie, Marcheline Bertrand meninggal pada tahun 2007 dalam usia 56 tahun setelah berjuang selama 8 tahun dengan kanker ovarium.

A - mama angelina

Jolie menyebutkan bahwa kematian ibunya memberikan luka dalam dirinya sekaligus memberikan keberanian dalam dirinya untuk melakukan double mastektomi, tujuannya agar anak – anaknya tidak perlu merasakan luka yang dia rasakan atas ibunya.

Bibi Angelina, Debbie Martin, juga meninggal akibat kanker payudara pada usia 61 tahun, tidak lebih dari 2 minggu sejak Angelina menjalani operasi pengangkatan payudara.

Alasan di Balik Keputusan Angelina

Dua tahun sejak Angelina menjalani double mastektomi untuk mencegah perkembangan kanker payudara, aktris ini mengumumkan bahwa ia pun telah mengangkat rahimnya karena alasan kekhawatiran akan resiko kanker rahim. Aktris 39 tahun ini kemudian mempublikasikan sebuah opininya yang diberi judul “Angelina Jolie Pitt : Diary of A Surgery” di New York Times untuk menjelaskan keputusannya ini.

Jolie mengungkapkan bahwa ia kini telah menopause dini setelah ovarium dan tuba falopinya diangkat dan tidak memungkinkan untuk melahirkan lagi. Sebuah tes darah menunjukkan adanya resiko Angelina Jolie mengidap kanker payudara. Ibu dari 6 orang anak ini menyatakan bahwa ia dan Brad Pitt perlu waktu 5 hari sebelum mengambil keputusan ini.  

Dokter Kristi Funk dari dari Pink Lotus Centre, tempat di mana Angelina melalukan operasi ini menyatakan bahwa Angelina mengkalkulasi momen sebelum dia siap untuk mengambil keputusan besar yang sangat personal ini.

Dalam diskusinya terhadap keputusan Angelina, Dr. Funk menjelaskan bahwa payudara adalah salah satu identitas wanita, yang mana hal ini juga salah satu hal yang dikagumi orang – orang dari kecantikan Angelina Jolie. Hal ini yang membuat banyak wanita tersentuh oleh keputusan Angelina menjalani operasi.

Baca juga : 5 Tips Awet Muda dari Manta Model Stephanie Freeman

“Ketika seorang wanita disebut sebagai salah satu wanita tercantik di dunia mengangkat bagian dari tubuhnya yang merupakan simbol feminitas dan seksualitas, orang – orang akan berkata “Mengapa Engkau mau melakukannya” jelas Dr. Funk.

Keputusan berat juga harus diambil Angelina ketika akan mengumumkan hal yang sangat pribadi ini kepada publik. Dr. Funk menjelaskan bahwa Angelina Jolie tidak dapat menyangkal passion-nya untuk menolong orang lain dari cerita operasinya ini.

“Dia selalu menyadari bahwa dari sisi filantropisnya dia tidak dapat menyimpan rahasia ini dan dia ingin menjadi dirinya apa adanya”

Bagaimana Brad Pitt menjadi Pendamping yang Baik pada Masa Sulit

Next Article

Comments